Merantau Story

Diposting pada 2017/09/28 oleh Muhammad Saipul Anwar 183 view
Menceritakan tentang kisah seorang anak muda yang berjuang hidup diperantauan. Perkenalkan nama saya Muhammad Saipul Anwar, asal saya dari kota Banjarmasin ,dan sekarang ini saya sedang berjuang melewati kerasnya hidup diperantauan kota Tangerang. Petualangan saya ini bermula pada tanggal 27 Juni 2016. Saya, kedua orang tua,dan 2 orang adik saya memutuskan untuk meninggalkan kampung halaman (banjarmasin), dikarenakan kedua orang tua saya memiliki banyak masalah(hutang piutang) yang menurut mereka hanya bisa diselesaikan dengan cara meninggalkan kehidupan mereka semua yang ada disini (banjarmasin). Dan memulai kehidupan kembali dari awal ditempat yg baru.Awalnya saya menolak untuk ikut dengan kedua orang tua saya,karena saya pikir masalah itu bukan masalah saya,dan saya juga merasa berat hati meninggalkan kampung halaman saya,karena saya dari kecil dibesarkan disini,susah senang saya lalui disini.Dan 1 hal lagi yg bikin saya sangat berat hati meninggalkan kampung halaman saya adalah karena saya harus rela berpisah dengan adik perempuan saya.Ya, sebelumnya orang tua saya secara diam-diam dan tanpa sepengetahuan saya telah menikahkan adik saya dengan seorang pria yang umurnya mungkin sepantaran bapak saya,ketika saya mengetahui hal itu saya sangat marah besar kepada kedua orang tua saya, terutama kepada ibu tiri saya ,tapi mereka bilang itu semua kemauan adik saya dan tanpa paksaan dari mereka, padahal saya tau betul adik saya tidak mungkin mau menikah dengan orang yang seharusnya lebih pantas menjadi seorang bapak dari adik saya. JATUH BANGUN KEHIDUPAN (CERITA SEBELUMNYA) Pada saat usia saya berusia 2 tahun, ayah dan ibu saya bercerai,setelah bercerai dengan ibu saya ,kurang lebih 1 tahun kemudian ayah saya menikah kembali, dan saat itu ayah saya pun memutuskan untuk mengambil alih hak asuh saya dan adik saya.Ayah saya adalah seorang Pengusaha Kuliner, sempat punya beberapa cabang rumah makan, akhirnya beliau mengalami kebangkrutan, setelah bangkrut,ayah saya mencoba membangun kembali usaha yang beliau rintis dari nol.Namun tetap saja, usaha yang ayah saya jalani tidak bertahan lama.setelah berulang kali mengalami jatuh bangun dalam bisnis kuliner, akhirnya ayah saya pun mulai berpikir mencari mitra untuk diajak kerja sama ,jadi ayah saya punya keahlian dan orang itu punya modal, sistemnya pun bagi hasil 50-50.Singkat cerita, setelah setahun lebih ayah saya membangun kerja sama dengan mitranya,tidak tahu kenapa usaha tersebut berkembang lebih pesat dibandingkan saat ayah saya merintis usahanya sendiri, 'Dari cerita ayah saya, saya pun mulai menyadari sebab dari kebangkrutan usaha yg ayah saya jalani sehingga usaha tersebut bisa bangkrut dan jatuh bangun.Ya,ternyata penyebabnya adalah ayah sangat pandai dalam segi keahlian,tapi kurang pintar dalam hal mengatur Management keuangan'. Melihat usaha yang dirintis bersama mitranya terus berkembang ayah saya pun kembali bernafsu untuk kembali membuka usaha sendiri,akhirnya ayah saya pun mengajukan penawaran untuk menjual "nama brand" usahanya tersebut kepada sang mitra. Melalui pembicaraan yang panjang akhirnya mitra ayah tersebut menyetujui penjualan "nama brand" tersebut dengan harga 100 jt dengan syarat tertulis,ayah saya hanya boleh membuka usaha diluar kota tersebut dan tidak diperbolehkan membuka usaha didalam kota. Apabila ayah saya melanggar perjanjian maka ayah saya akan dikenakan denda dengan nominal yg sama dengan yg disetujui.Akhirnya ayah saya pun menyetujui perjanjian tersebut ,Singkat cerita pada tahun 2009 ,akhirnya ayah saya membuka usahanya kembali diluar kota, dan saya beserta adik saya pun akhirnya pindah sekolah kedaerah tempat ayah saya membuka usaha, waktu itu saya masih kelas 5 sd dan adik saya kelas 4 sd .8 bulan berlalu, dan disaat itulah kejadian yg sangat-sangat buruk dalam hidup saya terjadi, ayah saya kembali mengalami kebangkrutan karena ditipu oleh temannya, sekolah saya pun jadi terganggu dan pada akhirnya saya dan adik saya pun putus sekolah. MENCOBA TEGAR DISAAT TERPURUK Singkat cerita, setelah ayah saya mengalami kebangkrutan, beliau akhirnya terkena penyakit paru paru(karena semasa hidup, beliau adalah perokok berat),dan terpaksa harus beristirahat dari rutinitas pekerjaan.Dan semenjak saya putus sekolah, saya lebih banyak menghabiskan waktu dirumah dan kadang bermain bersama teman-teman diluar,walau kadang teman-teman saya suka bercanda dengan nada mengejek saya putus sekolah, saya tetap tegar dengan apa yang mereka katakan dan menghadapinya dengan santai.Beruntung disaat orang tua saya sedang terpuruk, waktu itu masih ada alm/almh kakek dan nenek saya ,yang bisa ngasih kami makan dan tempat tinggal.Setelah kurang lebih 2 tahun ayah saya beristirahat, akhirnya ayah saya bisa sembuh ,dan saat itu tahun 2012 ayah saya kembali mendapat tawaran kerja sama dari seseorang, tapi berhubung ayah saya sudah menjual "nama brand" kepada mitranya yg dulu, akhir nama brandnya pun diganti dengan nama pemilik mitra yg baru, akhirnya bapak saya menerima tawaran tersebut,dan disaat itulah untuk pertama kalinya saya ikut ayah saya bekerja, hari pertama saya ikut kerja dengan ayah saya ,saya masih merasa malu dan kaku menjadi seorang pelayan, waktu itu saya masih ingat sekali, saya disuruh kupas bawang dan ayah saya marah kepada saya hanya gara-gara saya gk bisa ngupas bawang ,karena waktu itu saya paling takut pegang pisau hanya karena takut tangan saya terluka.bahkan setiap hari setelah saya kerja, saya paling merasa was was kalau disuruh bikin acar yg bahan-bahannya pakai timun wortel dan bawang merah. Dan butuh waktu 1 bulan bagi saya untuk bisa bikin acar.Waktu terus berlalu akhirnya saya mulai terbiasa dengan pekerjaan yg saya jalani, berhubung karyawannya cuma saya 1 orang, segala pekerjaan pun saya lakukan ,pagi hari saya mulai dari menyapu, ngepel lantai, ngelap meja, masak teh, masak sambal,dan ketika jam makan siang tiba pun semua pekerjaan saya lakuin mulai dari bikin minum, nganter pesanan, nyuci piring, sampai masak nasi.saat itu umur saya masih 14 tahun, saya kerja dari jam 7 pagi sampai rumah kadang jam 11 malam dengan gajih 600rb/bln. 7 bulan berlalu ayah saya kembali bermasalah dengan mitranya, karena ayah saya pikir pembagian hasilnya tidak sesuai yang diharapkan tiap bulannya ,akhirnya ayah saya keluar dan berhenti. Setelah berhenti akhirnya ayah saya membuka kembali Rumah Makan Kecil-kecilan dengan sewa 18jt/thn ,disinilah saya kembali ikut dengan ayah saya bekerja.setelah hampir 2 tahun jalan ,lagi-lagi usaha ayah saya bangkrut kembali, karena ibu tiri saya punya banyak hutang dan pinjaman ke bank keliling.Terhitung sejak pertama kali saya ikut ayah saya bekerja ditahun 2012, sampai tahun 2016 ,sdh 4 rumah makan yg saya jalani bersama ayah saya tapi tidak ada yg berhasil dan semuanya selalu berakhir dengan kegagalan. MASA-MASA TERBURUK DALAM HIDUP Setelah Alm kakek saya meninggal tahun 2012 ,pada tahun 2013 ibu tiri saya menggadaikan rumah peninggalan alm orang tuanya untuk modal usaha kembali. Setelah rumah digadaikan akhirnya saya dan keluarga saya tinggal dikontrakan yang masih milik keluarga ibu saya, dengan sewa 600/bln. Uang hasil menggadaikan rumah pun digunakan untuk sewa tempat untuk membuka usaha kembali selama 1 tahun. Setelah 7 bulan mengontrak,kami pun akhirnya kembali pindah kekontrakan yg lebih besar dengan sewa 1jt/bln,ini setelah ibu tiri saya berangan-angan membuka bisnis dibidang perumahan dengan temannya dan butuh rumah yg lebih besar dan halaman yg luas untuk parkir mobil. Setelah kurang lebih 1 tahun mengontrak ,keluarga saya kembali dihadapi dengan persoalan hutang piutang, hampir tiap hari ada saja yg datang menagih kerumah dan ketempat usaha ayah saya, sampai akhirnya ibu tiri saya pun kabur ntah kemana.Bahkan bukan cuma hutang piutang saja yang berhamburan,kontrakan pun tidak dibayar oleh orang tua saya, yang saya ingat waktu itu kontrakan saya 5 bulan tidak dibayar, beruntung yg punya kontrakan masih 1 keluarga, Listik hampir dicabut sama PLN,air pun disegel sama PDAM. Akhirnya saya dan ayah saya pun pergi meninggalkan kontrakan dan meninggalkan semua barang yg ada dirumah, dan memutus tinggal di tempat usaha kami, walaupun kamarnya cuman ada 1 ,padahal waktu itu sewa tempat usaha milik ayah saya juga sudah habis bahkan sudah lewat 3 bulan, tapi beruntung yg punya tempat masih berbaik hati kepada ayah saya, karena ayah saya berjanji akan mencarikan orang yg mau mengantikan tempatnya. Singkat cerita akhirnya ayah saya menemukan orang yg mau membeli prabotan serta barang,dan yg mau sewa disitu, akhirnya setelah semua barang dijual,saya dan ayah saya pun mulai mencari kontrakan diluar kota agar terhindar dari para penagih hutang.akhirnya kami menemukan kontrakan yg pas diarea persawahan yg belum terlalu ramai dari lalu lalang seseorang, ketika itu pula ibu tiri saya kembali muncul menemui saya dan ayah saya dan meminta maaf atas apa yg dia perbuat,entah kenapa ayah saya hanya bisa terdiam, singkat cerita disitupun kami hanya bisa sewa 1jt/bln setelah itu kami sempat kebingungan mau pindah kemana.akhirnya ada seseorang yang mau meminjamkan rumahnya untuk didiami,dia adalah teman ibu tiri saya ,disanalah saya dan keluarga memulai kehidupan kami yg baru, disitu kami dikasih rumah, beras, sembako,dan segala barang2 seperti tv, tapi saya mulai curiga dengan niat baik bapak ini, seperti ada maunya,setelah 1minggu berjalan.Tanpa saya sadari malam itu tepat bulan ramadhan,ayah dan ibu saya bilang ingin menghadiri acara syukuran dirumah bapak tersebut dengan mengajak adik saya yg perempuan, tapi yang saya heran kenapa hanya adik saya saja yang diajak,sedangkan saya tidak, saya pun hanya bisa diam dan menanggapi dengan santai saja, karena saya pikir takkan terjadi apa-apa.setelah orang tua dan adik saya pulang dari acara, saya liat adik saya mukanya agak beda dan langsung masuk ke kamar . lagi-lagi saya hanya bisa terdiam dan selalu berfikir positif, keesokan harinya ibu tiri saya kembali mengantar adik saya ketempat bapak tersebut, dengan alasan anak sibapak tersebut mau mengajak jalan2 adik saya, sampai malam harinya saya tunggu adik saya tidak pulang-pulang padahal hari sudah hampir malam, dan saya pun bertanya kepada ayah saya, ayah saya pun hanya menjawab "mungkin dia tidur ditempat anaknya sibapak",saya mencoba tenang dan berpikir positif ,3 hari berlalu adik saya tidak kunjung pulang, dan saya lihat ekspresi orang tua saya biasa-biasa saja. Dan akhirnya pada saat itu,tepat setelah saya pulang berbuka puasa dari masjid saya lewat didepan rumah keluarga bapak tersebut, dan bapak itu kemudian memanggil saya, dan beliau pun menceritakan kepada saya bahwa beliau sudah menikah dengan adik saya,dan disaat itu juga hati saya terasa sakit dan remuk mendengar perkataan bapak tersebut, dan saya hanya bisa mengiyakan saja apa yang dia bicarakan. Seketika itu pula saya langsung pamit pulang menuju kerumah dan ketika sampai menuju rumah saya pun mencoba menanyakan ayah saya, tentang pernyataan bapak tersebut, dan ayah saya hanya terdiam, jujur saya sangat marah pada waktu itu, tapi entah kenapa,saya tidak bisa marah dan hanya bisa menangis meratapi semua yang terjadi. Waktu berlalu, saya pun tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa pasrah menerima keadaan.Tidak berselang lama saya dan orang tua saya tinggal disitu,pada suatu malam para penagih hutang datang ketempat saya, rupanya mereka sudah mengetahui keberadaan ibu dan ayah saya, sempat terjadi perseteruan diantara mereka,akhirnya ibu tiri saya berjanji akan melunasi semua hutang2nya,dengan tempo satu minggu.setelah semuanya sepakat akhirnya mereka pun pulang .Setelah para penagih pulang, bapak pemilik rumah tersebut pun menyarankan agar ibu dan ayah saya untuk pergi keluar kota untuk menghilangkan jejak, karena menurut beliau percuma saja kalau dibayar,karena hutang ibu tiri saya tidak sedikit jumlahnya,Kalo satu orang dibayar pasti yang lain juga ikut muncul. Akhirnya tanpa menunggu waktu lama keesokan harinya kami langsung bersiap-siap untuk pergi dari tempat itu, awalnya saya menolak untuk ikut karena saya pikir sikap mereka tidak bertanggung jawab, hanya bisa lari dari masalah.Tapi karena kedua orang tua saya berjanji untuk mengubah sikap dan tidak akan berhutang lagi.saya pun hanya bisa tunduk dengan perintah mereka. Tepat tanggal 27 Juni 2016 ,pagi harinya,akhirnya saya bisa melihat adik saya kembali untuk yang terakhir kalinya sebagai tanda perpisahan, saya pun tidak bisa menahan kesedihan melihat wajah adik saya yang terlihat sangat sedih karena akan ditinggal kedua orang tua serta kakak dan adiknya.saya pun hanya bisa berdoa kepada Allah semoga kelak saya bisa dipertemukan kembali dengan adik saya. SESAMPAINYA DIKEHIDUPAN YANG BARU Setelah melakukan perjalanan 1 hari menggunakan Kapal Laut akhirnya saya dan keluarga tiba disurabaya,dalam hati saya berkata,"orang-orang yang berangkat dari tempat saya (Banjarmasin) mereka datang kesini (Surabaya) untuk mudik dan berkumpul bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri,sedangkan saya belum tau,apa tujuan saya datang ke kota ini ??. Sesampainya dipelabuhan kamipun langsung bergegas menuju ke stasiun Pasar Turi, sesampainya distasiun ternyata kami sudah kehabisan tiket, dan kami hanya dapat tiket perjalanan dimalam hari, akhirnya kami pun menunggu seharian distasiun. Saat tiba malam hari tepat pukul jam sembilan malam, akhirnya kami berangkat naik kereta menuju Jakarta, Keesokan harinya saya dan keluarga saya pun tiba dijakarta, dan saya dibuat tercengang.Ketika dulu saya hanya bisa menyaksikan kemacetan Ibukota hanya lewat tv, sekarang saya benar-benar bisa melihat secara langsung bahwa jakarta itu memang betul-betul padat.Ketika sampai dijakarta saya pikir kami sudah menemukan kehidupan kami yang baru diibukota, ternyata tidak!!, kami masih belum tau tujuan kami mau kemana, dijakarta saya dan orangtua, beserta 2 orang adik saya menginap dihotel selama 2 hari, karena waktu itu kami masih belum ada koneksi tujuan sama keluarga ayah saya yang disini,setelah 2 hari dijakarta akhirnya kamipun menemukan tujuan kami selanjutnya, yaitu Tangerang Citra Raya. PENGALAMAN BARU DIPERANTAUAN Ya, disinilah(Tangerang) kami memulai kehidupan kami yang baru, kami berjanji tidak akan mengulangi kesalahan kami yang dulu, dan memulai kehidupan yang lebih baik lagi. Sesampainya disini,kami tinggal di sebuah kontrakan yg lumayan besar dengan sewa 500rb/bln .saya dan ayah saya tidak langsung dapat bekerja.Karena ayah saya masih bingung ingin buka usaha apa dengan modal yg tidak terlalu besar. berhubung didaerah sini sewa tempat mahal akhirnya saya dan ayah saya memutuskan untuk bikin gerobak untuk jualan nasi goreng, setelah gerobak jadi akhirnya kamipun berjualan diparkiran daerah Citra Raya,disana kami berkumpul dengan para pedagang yang lain,kami berjualan dari pagi. Setelah hampir 1 bulan berjualan nasi goreng, ternyata uang yg terkumpul tidak mencukupi, hanya bisa diputar buat makan dan modal lagi. Singkat cerita akhirnya bapak saya memutuskan untuk kembali berjualan Soto Betawi,tapi dengan menggunakan gerobak didepan sebuah ruko.Sementara saya pun memutuskan untuk ikut orang berjualan buah musiman di atas mobil pick up, sedangkan adik saya yang laki-laki berjualan siomay keliling, dan pas saya sudah berjualan buah hampir 4 bulan,saya pun berhenti karena bos saya sedang pulang kampung, disaat itulah bos saya menyarankan saya untuk jualan es dawet ikut temannya sementara waktu.Hari pertama berjualan Es Dawet saya merasa agak canggung,karena seumur-umur baru pertama kali saya dorong getobak ,tapi berdagang didaerah sini ternyata memiliki perbedaan, perbedaannya dikarenakan didaerah sini sering ada Patroli yg berkeliling menggunakan mobil atau pun motor. Para pedagang disini pun kucing-kucingan dengan para Security agar bisa tetap berjualan. Suka duka saya selama berdagang Es Dawet bukan hanya terletak pada Patroli dan Security, tapi dengan cuaca juga, setiap hari saya harus berjuang dengan panasnya matahari dan kebasahan disaat hujan.Masalah penghasilan pun memiliki perbedaan di musim panas dan musim hujan, dimusim hujan kadang pemasukan agak berkurang (maklum namanya juga jualan es), tapi bukan berarti dimusim panas dagangan saya selalu ramai. KENYATAAN YANG TERDUGA Tak disangka selama ayah saya berjualan soto betawi menggunakan gerobak, permasalahan baru kembali datang,ternyata pengeluaran dan pemasukan tidak sesuai yang diharapkan, sehingga orang tua saya pun kembali berani meminjam uang ke bank keliling,entah kemana uang hasil berdagang bisa habis dan malah menghasilkan hutang .Ketika saya mengetahui hal itu saya kembali tak habis pikir dengan kelakuan dan sikap mereka yang tidak bisa berubah.dan seperti biasa setelah para penagih hutang berdatangan ke kontrakan mereka pun kabur entah, dan atas usul dari yang punya kontrakan sayapun disuruh pindah ketempat yang lain agar saya tidak terkena imbas dari perbuatan mereka. Dan sekarang saya hidup sendiri diperantauan,dan tahun ini sudah 2 kali Hari Raya saya lalui seorang diri. dan saya sedang berjuang mengumpulkan uang agar bisa kembali ke kampung halaman, bertemu adik saya dan bisa kembali membuka usaha disana. Cerita ini adalah sepenggal kisah dari kehidupan yang saya jalani, Semoga bermamfaat untuk kita semua.
Muhammad Saipul Anwar
"Belajarlah dari pengalaman, karena pengalaman adalah ilmu yang paling berharga. "

Cerita Lainnya

Tak perlu banyak alasan untuk memulai.

Punya banyak alasan tak membuatmu maju ...

Sebuah Senja dan Sepotong Kue

Pada suatu senja yang lalu, aku menunggumu, rindu. ...

Dibalik Istana

ini adalah perjalanan seorang anak manusia yang mempunyai mimpi untuk bisa berada di Istan ...

KISAH IBU MELINDUNGI SETENGAH LUSIN ANAKNYA

Beliau mungkin menangis dalam diam tanpa kami semua tahu, ia tidak berhenti dan terus meng ...

traveling hemat kelabuan bajo dengan uang 600ribu!

open your eyes, adventure is calling you. now, or never! ...

Kisah Kecil Bocah Dekil

Bab1 (dan semoga memungkinkan untuk ada lanjutannya) ...

JIKA SAYA ADALAH MENTERI PENDIDIKAN

Jangan hanya bermimpi, tapi berjuanglah. Maka mimpimu akan satu langkah lebih cepat menjad ...

Tentang Kami

Contacts

Alamat : Jl. Wilis kramat no. 64 Nganjuk Jawa Timur
Email   : ordermanten@gmail.com
Phone  : + 6 2 8 1 2 8 4 0 7 3 0 0 6


Follow Us
  testing      
Maps