KISAH IBU MELINDUNGI SETENGAH LUSIN ANAKNYA

Diposting pada 2017/09/20 oleh Mega Jyt 100 view

Awalnya ketika aku membaca e-book milik saudara Patria dengan latar kebangkitan sejak seorang Ayah pergi meninggalkannya aku merasa ada hal yang hampir sama terjadi padaku hanya saja aku lambat dalam menemui masa kesuksesan. Aku merasa belum ada di titik itu karena belum bisa memberi manfaat yang sepenuhnya bagi orang-orang sekitarku. Namun untuk saat ini aku ingin berbagi cerita tentang wanita terhebat yang sangat aku kenal, ia yang saat ini mulai nampak bersinar setelah sepeninggal konflik besar dengan Ayahku.

Aku adalah anak ke enam dari enam bersaudara, yap..... aku si bungsu yang memiliki 4 saudara laki-laki dan satu saudara perempuan, kedua orangtuaku sudah berpisah sejak aku duduk di kelas 4 SD, awalnya kami adalah keluarga terpandang, ayahku adalah seorang guru di SMK dan ibuku adalah ibu kantin di SMK tersebut, orangtuaku saat itu memiliki beberapa usaha seperti rental mobil, travel, kol kuning, kebun jagung, beberapa sawah dan entah apa lagi aku kurang tahu. Saat itu kehidupan kami baik tidak kekurangan suatu apapun. Aku masih ingat dulu setiap bulan ada saja kegiatan refreshing yang keluarga kami lakukan seperti pergi ke kolam renang, mall, dll. Yang aku tahu bahkan barang-barang seperti baju, sepatu dan barang-barang lainnya milik kakakku berasal dari mall bukan pasar tradisional, dan katanya pada waktu itu hal itu kata orang jawa masih disebut #aji belum umum seperti saat ini. Namun rumah kami bukan rumah mewah, rumah kami sederhana dan sepertinya pendapatan dan uang yang mereka miliki masuk dalam asset seperti beberapa mobil dan tanah serta untuk kebutuhan pendidikan ke enam anaknya.

Tapi konflik besarpun mulai terjadi kala itu, tepatnya ketika Ayahku mulai melirik dan ikut-ikutan dalam kancah politik di kotaku pada tahun 2004. Entah apa yang terjadi seingatku dulu Ayah berangsur-asur tidak memiliki jam mengajar di SMK nya, jam mengajarnya menjadi Nol namun ia masih dalam status guru di SMK tersebut, aku tidak dapat menceritakan secara detail apa saja yang terjadi hingga kami kehabisan seluruh asset keluarga. Ibuku marah besar pada Ayahku seluruh anak-anak laki-lakinya pun marah padanya. ayahku pergi dari tanggung jawabnya meninggalkan seluruh beban pembiayaan dan kewajiban kepada ibuku, ibukku dengan pendapatan yang tidak tetap sebagai ibu kantin SMK.

Intinya setelah konflik besar itu citra keluarga kami tercoreng, semua orang seakan hampir tahu konflik tersebut, kehidupan kala itu sangat susah berbanding terbalik 360°, karena semua asset pribadi milik keluarga kami habis dan disita oleh Bank, semua asset semuanya bahkan hingga rumah kami yang saat itu kami tinggali, saat itu aku masih kecil tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi dan berangsur-angsur tahu ketika sudah masuk SMP. Dan saat itu satu kakak laki-lakiku sedang kuliah tepatnya di kota Semarang dan kakak perempuanku satu-satunya baru lulus SMA akan melanjutkan ke perguruan tinggi sedangkan salah satu kakakku baru saja menjadi Brigadir Polisi.

Bayangkan saat itu ibuku memikul semua beban itu sendirian sebagai orangtua tunggal ke enam anaknya, bahkan cobaan belom berhenti sampai disitu, saat itu kantin ibuku lumayan luas dan memiliki dua orang yang membantunya ketika berjualan tapi sejak konflik politik itu mulai pecah ibuku tergusur dari tempatnya dan pindah lokasi ke bagian selatan sekolahan, kantin ibu berubah 360° menjadi kantin yang sangat kecil bisa dibilang perbandingannya hanya 20% dari kantin sebelumnya, ibu saat itu belum bisa menyuntikkan dana lebih untuk membuat kantin barunya menjadi lebih layak karena jelas lebih baik uang itu digunakan untuk kebutuhan rumah lainnya yang sedang terhimpit. Satu orang yang membantu ibu mulai diberhentikan karena pendapatan kantin tidak lagi seperti dulu. Seingatku lokasi kantin ibu berpindah tidak hanya sekali tapi berkali-kali, hal itu jelas tidak hanya merubah pendapatannya tapi juga membuat hati ibuku begitu lelah, ia pastilah menangis keras dalam hatinya, bahkan pada akhirnya karena pendapatan semakin berkurang ibu tidak lagi menggunakan jasa orang lain untuk membantunya, ia benar-benar berjualan sendiri dan dibantu kami anak-anak selepas pulang sekolah. Pasti dalam benaknya jika ia berhenti dan menyerah siapa yang akan mengurus ke enam anaknya, karena di kota ini ibuku sebatang kara jauh dari sanak saudara. Ibu benar-benar melewati masa sulit yang sangat panjang saat itu hingga kini semuanya mulai membaik dan kembali. Dulu ia pasti menangis dalam diam, tanpa kami ke enam anaknya tahu. Dia menjadi wanita tanpa kasih sayang suami lagi tapi bertahan hingga kini masih sendiri, katanya ia sudah cukup melihat kami ke enam anaknya bahagia menjalani kehidupan sama seperti kawan-kawan lainnya. Hingga kini ibuku masih berjualan di kantin sekolah, ia masih menjadi sosok wanita sederhana karena aku lihat ketika teman-temannya menggunakan gelang cincin kalung emas dan perhiasan lainnya ibuku malah memakaikan cincin dan perhiasan lainnya padaku, masih sempat menanyakan kapan waktunya bayar kuliah dan menanyakan apa hal yang ingin aku beli.

Saat ini tahun 2017 anak ibu yang pertama adalah guru PNS SD, ke dua teknisi AC di Hotel, ke tiga anggota POLRI, ke empat guru PNS SD, ke lima anggota TNI, dan ke enam saya masih sekolah semester lima di perguruan tinggi swasta di kota saya. Tuhan, aku mohon dengan sangat mengharap keridoanmu beri aku kesempatan di dunia dan di akhirat untuk menaikkan derajat ibuku, membahagiakannya, dan berbakti sepenuhnya padanya, aku mohon Allah aku mohon beri kesempatan itu untuk kami anak-anak ibu. Ibu kini sudah sepuh tapi masih berjualan karena masih ada aku sebagai tanggung jawabnya, katanya ketika nanti aku sudah lulus kuliah beliau akan berhenti berjualan di kantin dan berharap semua anak-anaknya bisa menanggung kebutuhan ibu di masa tua. Aku mohon ampun atas semua kesalahanku bu, Terimakasih ibu untuk hati yang selalu penuh kasih. ketika masalalu nama keluarga kami tercoreng kini yang ada nama ibuku menjadi sangat baik karena orang-orang lalu yang berfikir negatif berubah mengagumi perjuangan keras ibuku melalui semua konflik besar itu dan menjadikan anak-anaknya tumbuh seperti anak-anak lainnya. I LOVE U MOM

 

follow my account ig ya @megajayant


Mega Jyt
"angin, baginya tak perlu nampak namun ia begitu baik dengan lembut hadir "

Cerita Lainnya

Tak perlu banyak alasan untuk memulai.

Punya banyak alasan tak membuatmu maju ...

Sebuah Senja dan Sepotong Kue

Pada suatu senja yang lalu, aku menunggumu, rindu. ...

KISAH IBU MELINDUNGI SETENGAH LUSIN ANAKNYA

Beliau mungkin menangis dalam diam tanpa kami semua tahu, ia tidak berhenti dan terus meng ...

Kisah Kecil Bocah Dekil

Bab1 (dan semoga memungkinkan untuk ada lanjutannya) ...

SPIRIT FINGERS....(KETIKA JARI-JARI MENENTUKAN MASA DEPANMU)

Temukan dan kembangkan passionmu,mulai dari sekarang! ...

JIKA SAYA ADALAH MENTERI PENDIDIKAN

Jangan hanya bermimpi, tapi berjuanglah. Maka mimpimu akan satu langkah lebih cepat menjad ...

Love You Mom

besarnya kekuatan "bersyukur" ...

Tentang Kami

Contacts

Alamat : Jl. Wilis kramat no. 64 Nganjuk Jawa Timur
Email   : ordermanten@gmail.com
Phone  : + 6 2 8 1 2 8 4 0 7 3 0 0 6


Follow Us
  testing      
Maps