I am a scholarship hunter

Diposting pada 2018/02/26 oleh Reny Ayuri 63 view
I Am a Scholarship Hunter

I am a scholarship hunter. Yup, bener banget saking hunternya sampe aku bisa meraih 4 beasiswa yang amat sangat prestisious selama aku kuliah di bangku S1. Keliatannya sih gampang banget yah denger cerita ujuk2 langsung dapat beasiswa kayak gitu. Tapi sayangnya semua itu aku dapatkan dengan proses yang amat panjang pontang panting ampe jumpalitan (agak lebay). 

Kisahku dimulai waktu aku mengalami masalah financial sewaktu lulus SMA dan ingin melanjutkan study ke jenjang perkuliahan. Lebih jelasnya aku bakal cerita sedikit tentang background masa laluku. Aku menjadi anak yatim sejak umur 14 tahun. Yah, ayahku meninggal dunia saat aku masih duduk di bangku SMP. Dan sejak saat itu kehidupan kami berubah 180 derajat terlebih masalah keuangan. Ibuku hanya ibu rumah tangga lulusan SMA saja dan sama sekali tidak bekerja. Kalian bisa bayangkan bagaimana keadaan keuangan keluargaku pada saat itu. Udah bisa lanjutin sekolah SMA sampai tamat saja aku udah bersyukur meski bukan sekolah yang bergengsi sekalipun (hee). Aku hanya tamatan pondok pesantren yang kebetulan setalah mondok 3 tahun bisa langsung setara dengan tamatan SMA.

Setelah lulus SMA aku bertekad langsung melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi walau aku tahu financial keluarga masih sedang kembang kempis untuk hanya sekedar membiayai kuliahku. Tapi aku tidak putus asa, aku mencari cara agar aku bisa kuliah gratis salah satunya dengan beasiswa. Kalian tau gak, dengan segala keterbatasan informasiku selama di pondok yang jangankan nnton tv bahkan pegang HP aja gak pernah. Aku berusaha keras bagaimanapun caranya mencari informasi tentang beasiswa S1. 

Sampai pada akhirnya aku mendapat informasi tentang beasiswa “BIDIKMISI” yang notabene beasiswa ini bakalan ngebiayain kamu kuliah dari awal sampai akhir perkuliahan plus sisa uang semesteran juga bisa buat biaya hidup sehari-hari. Aku merasa mendapat angin segar  dan sangat yakin bahwa seorang yang luar biasa seperti aku pasti akan bisa mendapatkanya. Syaratnya juga tidak terlalu sulit hanya mengumpulkan berkas sebagai syarat administratif saja ke kampus yang akan menjadi tempat aku menimba ilmu selama 4 tahun. Ke-PD-an ku berlanjut sampai tiba dimana hari pengumuman pun datang. Kulihat satu per satu nama-nama penerima Beasiswa Bidikmisi yang tertera di papan Gedung BAAKSI Universitas Jambi. Deg-deg an luar biasa tapi masih dengan keyakinan kuat bahwa aku pasti lulus dan setelah ini aku bakalan benar-benar bisa melanjutkan kuliah tanpa membebani ibu dengan segala tuntutan biaya perkuliahan selama 4 tahun. Yesss...
Jrengg .... jreng ... aku ulangi lagi penglihatanku memeriksa nama demi nama di papan pengumuman tadi. Tapi sudah beberapa kali aky mengulang membaca memang namaku tidak tertera. Yah.. ambisiku untuk mendapatkan beasiswa ini selintas saja pupus. AKU GAGAL. 

Dengan keterpurukan yang luar biasa dan dengan segala cara aku tetap melnjutkan kuliah dengan biaya sendiri (pas-pasan) selama masa 2 semester pertama perkuliahan. Aku juga mencari pekerjaan sampingan sebagai guru privat mengajar ke rumah-rumah. 
Setelah 1 tahun berlalu aku duduk di semester 3 waktu itu. Ternyata untuk anak semester 3 waktu itu terbuka kesempatan untuk mendapat beasiswa PPA (bagi yang memiliki IPK yang cukup tinggi) dan beasiswa BBM (Bagi yang kurang mampu). Hasratku sebagai scholarship hunter timbul kembali meski pernah gagal dan sakit rasanya. 

Pilihanku jatuh pada beasiswa PPA karna memang pada saat itu IPK ku lumayan tinggi dan termasuk salah satu yang tertinggi di kelas (sombong dikit). Dan meski aku pun bisa dkategorikan sebagai penerimas beasiswa BBM karena aku juga anak yatim dengan seorang orang tua tunggal (Ibu) yang tidak bekerja tetap. Tapi aku tetap saja gengsi (pada saat itu) hee.

Untuk mendapat beasiswa ini juga tidak terlalu sulit hanya mengumpulkan berkas-berkas administratif. Yah, meski agak riweuh ngurus berbagai berkas dan harus minta tanda tangan dan cap sana sini, tapi tidak untukku karena senelumnya aku udah pernah punya pengalaman ribetnya seperti apa sewaktu daftar Bidikmisi dulu (yang gagal). 
Sampai pada hari pengumuman dan finally. AKU LULUS. Yesss... meski tidak sebesar beasiswa BIDIKMISI yang sejak dari awal aku harap-harepin tapi setidaknya untuk 1 tahun ke depan selama semester 3 dan 4 aku bebas dari uang semester. 

Tibalah sampai aku duduk di semester 4 dan sesaat akan berakhirnya beasiswa aku ini, aku langsung memutar otak untuk mencari solusi bagaimana aku bisa dapet gratisan lagi selama masa perkuliahanku selanjutnya. Dan aku tidak menyangka setelah hasrat hunter of scholarship masih tertanam rapi di dalam jiwa aku mendapat informasi bahwa aku bisa dapat kesempatan untuk mendaftar 2 beasiswa yang AMAT SANGAT BERGENGSI di kampusku. Namanya beasiswa “Tanoto Foundation” dan beasiswa “Djarum Foundation”. Gimana gak bergensi 2 beasiswa yang ditelurkan dari salah 2 perusahaan ternama dan terbesar di Indonesia ini sangat sangat prestisious banget. Bayangkan aja, usut punya usut setelah jiwa hunterku bekerja mengepoi semua awardeenya ternyata tahun lalu dari sekitar 600an lebih  pendaftar hanya 15 orang yang diterima untuk TANOTO dan dari 300an lebih pendaftar hanya 6 orang saja yang diterima untuk Djarum, ditambah dengan prosesi seleksi yang ketat dan melalui beberapa tahap sampe bahkan ada tes psikologi, diskusi dan wawancaranya juga. Can’t you imagine ? How difficult those are !!!

Yah. Dengan peluang 0,000 berapa persen ini. I Don’t care. Dengan sombongnya aku daftar dua2 nya coba. Yah, meski aku lulus salah satunya aja udah bakalan sujud syukur berkali-kali banget. Tapi, at least aku udah coba meski banyak temen-temen yang bilang kalo aku bego banget capek-capekin badan demi beasiswa yang susah dengan peluang yang sangat kecil bakal diterima.
Pembukaan pendaftaran beasiswa ini hampir berbarengan dan aku lolos tahap pertama seleksi bahan (administratif). Dua2 nya coba. Tidak menyangka. Wah, berarti masih ada kesempatanku untuk lulus meski saingan juga ternyata masih bnyak di tahap selanjutnya. Dengan keadaan yang tidak terlalu sombong waktu itu aku lalui tahapan berikutnya sampai ke tes psikologi, diskusi dan wawancara. Yah, meski aku bukan anak yang pinter-pinter banget untuk berbicara karena public speakingku jelek. Aku berusaha keras melatih diri juga ampe belajar mengerjakan semua tes psikologi pagi siang malam. 

Yah, dengan segala perjuangan yang tidak mudah semua tahapan 2 beasiswa bergengsi ini pun aku lalui sampai titik darah penghabisan.

Tibalah saat pengumuman TANOTO. Jarak pengumumam kedua beasiswa ini hanya 2 minggu saja. Tapi aku tidak peduli toh klo TANOTO tidak lulus masih ada harapan di Djarum. Tapi tebakanku salah. Ternyata namaku ada di salah satu dari 15 penerima beasiswa Tanoto yang lain. Speechless. Sujud Syukurku akan pengumuman ini. Can’t believe. Peluang yang nol koma berapa persen itu aku bisa mendapatkannya. Beneran aku yah ?? ya ampunnn  !!! TERHARU bangetlah pokoknya. Yeeeee... Bener-bener gak nyangka aku benar-benar lulus. Dan inilah kali pertama aku membuktikan dalam hidupku kalo udah rezeki mah gak bakal kemana. 

Ya ampun. Kalian tau gak. TANOTO ini bakalan ngecover biaya kuliah ku tidak hanya 1 atau 2 semester seprti beasiswa PPA yang kemarin aku dapat. Tapi beasiswa ini bakal bayarin aku kuliah ampe TAMAT plus uang saku setiap bulan yang jumlahnya gak sedikit untuk ukuran anak kuliahan yang kere kayak aku (hehe). Dan beribu syukur aku ucapkan atas apa yang telah aku dapatkan. Titik sampai disini.

Tapi eh tunggu dulu. Setelah 2 minggu berlalu tibalah saatnya pengumuman penerima beasiswa Djarum. Ah, tak peduli pun aku. Yang jelas malaikat penyelamatku sampai aku tamat kuliah sudah datang. TANOTO Oh... TANOTO.. U are my big angel. Saking tidak pedulinya aku sampe ditelfon salah satu temenku untuk tetap lihat pengumuman beasiswa Djarum. Tapi ntah kenapa waktu itu aku yakin aku tidak lulus karena sudah lulus TANOTO saja rasanya sudah seperti durian runtuh buatku. Saking maksanya temenku buat list pengumuman sampe sebel aku bilang dia aja yang lihat pengumumannya ntar hasilnya kasih tau aku ya. Dalam hati sih (udahlah udah pasti kagak lulus). Tapi sayangnya aku harus melihat sendiri pengumumannya dikarenakan harus pake kata sandi di akun masing-masng karena waktu itu kami mendaftar via online.
Yah, dengan perasaan biasa-biasa aja hanya sekedar menuntaskan rasa penasaran dengan berat hati aku paksakan melihat pengumuman di akunku. Jreng... tulisannya kecil banget warna merah lagi. Aku seperti samar-samar melihat dan agak yakin kalo aku salah baca waktu itu. Berkali-kali aku baca smpai scroll screen aku besarkan. Dan ternyata benar yang aku baca tidak salah. Disitu tertera “SELAMAT ANDA LOLOS”. What ??? udah bisa jadi salah satu dari 15 orang penerima beasiswa TANOTO yang mengalahkan 600 lebih mahasiswa lain saja aku udah merasa jadi orang yang paling beruntung di dunia. Dan sekarang aku juga masuk di salah satu dari 6 orang penerima beasiswa Djarum mengalahkan 300 lebih mhasiswa lainnya yang mendaftar. GILA !!! GILA !! GILA !!!
Rasanya pengen teriak sekencang-kencangnya. Saking heran dan bahagianya. TAPI kisahku berlanjut..

Dan tibalah kegalauanku tiba karena aku tidak serta merta bisa mendapatkan 2 beasiswa ini sekaligus. YUP. Aku harus memilih salah satu dari mereka. Hadehh udah kayak milih jodoh aja. Ia aku ampe sholat istikharah waktu itu. 
Aku telaah dan riset benar2 satu-satu kedua beasiswa ini sebelum hari penandatanganan kontrak resmi sebagai penerima di salah satu beasiswa ini. 

Jujur. Dari awal aku udah sangat amat tertarik dengan TANOTO jadi aku udah habis2an kepoin nih beasiswa dan tidak untuk Djarum yang hanya sekedar saja. Dan kali ini aku benar-benar kepoin nih satu beasisw. Yah. Djarum Foundation. 
Dan usut punya usut ternyata beasiswa ini hanya membiayai 1 tahun masa perkuliahan saja dengan nominal yang tidak lebih banyak dari TANOTO. 

And finally, Bismillah. Aku memilih beasiswa Djarum Foundation guys. dan sampai detik ini pun aku tidak menyesal. Nah, loh kenapa ??

Yup. Meski Beasiswa Djarum hanya memberiku uag tunjangan hanya 2 semester saja. Tapi beasiswa inilah yang bisa mewujudkan mimpiku untuk akhirnya bisa naik pesawat terbang (hehe). Yah, agak norak sih. Tapi sampai detik aku duduk di smester 4 dan sampai diumurku yang waktu itu sudah 20 Tahun. AKU BELUM PERNAH NAIK PESAWAT. Bayangin coba rumahku aku tu deket banget sama bandara. Setiap hari berangkat dan pulangh kampus sehari 2x aku liat pesawat terbang dan turun. Hanya bisa menatap dan berharap “Kapan yah bisa naik pesawat?” (SAKING PENGENNYA) hehehe.
Jadi ceritanya selama satu tahun sebagai penerima beasiswa Djarum selain uang tunjangan setiap bulan kami juga mendapat SOFT SKILL di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan Jogja. Dan selama satu tahun di masa ini aku bisa 3x naik pesawat guys pergi ke kota yang berbeda. Gratisss.. tisss.. tiss...  plus nginap di Hotel berbintang plus ikut kegiatan yang keren abis parah ampe sering ketemu artis yang jadi guest starnya dan yang gak kalah penting aku juga ketemu temen-temen kece dari sabang hingga merauke. It was very amazing untuk anak dusun dari JAMBI kayak aku ini bisa ketemu anak mahasiswa kece dari UGM, ITB, IPB dan banyak universitas ternama lainnya yang ada di Indonesia. Kita sama loh gengs. Disana kita sederajat dan merasa sama2 hebat karena udah lalui proses tahapan seleksi dengan nilai yang sama pula. Dan aku tidak minder sama sekali walau aku hanya dari Universitas yang tidak terlalu mereka sering dengar. Yah. Almamater oren kebangaanku.

Kisahku masih berlanjut ternyata. Setelah setahun berlalu sampai duduk di semester 6. Aku masih harus memikirkan nasibku di 2 semester terakhirku selama masa perkuliahan gengs. Dan beruntung aku masih bisa mendaftar beasiswa PPA lagi yang notabene buka setiap tahunnya. Dengan percaya diri aku langsung meyiapkan berkas untuk mendaftar dan benar saja tebakanku. Aku lulus lagi. Dan selamatlah aku untuk biaya semester 7 dan 8 ini.

Tapi..
Ternyata ada satu kejadian yang tak terduga guys. Beasiswa PPA yang didapat dalam waktuy 1 tahun ini kami terima setiap semesternya. Semester 7 aku masih lancar dapet transferan di rekeningku. Tapi tiba saatnya di semester 8 aku gak dapet lagi. Aku heran karena semua teman-temanku yang lulus sudah di transfer semua. Tapi kenapa aku tidak. Ada kesalahankah ?? buru-buru aku ke BAAKSI untuk mengkonfirmasi kejanggalan ini. 

Setibanya di BAAKSI mereka bilang aku memang tidak bisa menerima beasiswa PPA lagi dikarenakan namaku tercatat sebagai penerima beasiswa TANOTO. Sontak aku langsung protes dan mengkonfirmasi ulang kepada pihak BAAKSI kalo aku memang benar sudah dinyatakan lulus namun aku telah mengundurkan diri dari beasiswa tersebut karena lebih memilih Djarum yang periodenya hanya 1 tahun (waktu itu). Dan setelah mereka teliti ternyata memang ada kesalahfahaman di pendataan nama-nama penerima beasiswa. 

Namun sayang, kata mereka itu semua sudah terlanjur dan tidak bisa diperbaiki lagi. Dan sudah cair untuk penerima beasiswa PPA dan namaku tidak dicantumkan. Air mataku hampir jatuh di depan ibu-ibu pegawai BAAKSI pada saat itu. Bagaimana tidak uang itu bukan hanya sekedar uang biasa tapi menjadi uang penentu nasibku untuk biaya kuliahku di smester terakhir ini. Gak lucu banget aku gak jadi lulus tahun itu hanya karena tidak bisa bayar uang smesteran. 
Tanpa fikir panjang aku langsung menemui kepala BAAKSI dan menyelonong masuk ke ruangannya. Aku jelaskan semua kejadian yang ada tanpa BA BI BU lagi tanpa sadar dan tak peduli lagi bahwa air mataku sudah jatuh dan mengalir dengan derasnya di depan bapak kepala BAAKSI.
Tapi, sayang guys.. semua perjuangan sia-sia. Karena aku tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari beliau (waktu itu). Yah, namanya juga rezeki mau sekuat apa pun berusaha tetep aja kalo ga rezeki gak bakal dapet. Yah.. ikhlasin aja.. pasrah.. insha allah ada jalan lain untuk biaya semesteu kali ini.
Tiba-tiba (1 bulan kemudian) aku di telfon oleh pihak BAAKSI untuk segera ke kantor mereka untuk melengkapi bahan sebagai penerima beasiswa pengganti BIDIKMISI. What ?? mereka gak salah nelfon ini. Dan setelah aku konfirmasi datang langsung ke BAAKSI ternyata benar aku dipilih menjadi mahsiswa penerima pengganti BIDIKMISI dikarenakan prihal kesalahpahaman beasiswa PPA ku 1 bulan yang lalu dan pihak BAAKSI membalas memutuskan untuk menebus kesalahpahaman mereka dengan memberiku beasiswa BIDIKMISI ini.

BIDIKMISI guys... yah walau hanya dapat 1 smester doang di semester akhirku (semester 8). Tapi kalian ingat kan beasiswa inilah yang aku impi2kan sejak dulu. Yang aku pernah sangat patah hati olehnya dan kini ia datang menghampiriku guys. 

Yah, rencana Allah siapa yang tau. Ia selalu punya rencana dan cerita indahnya sendiri utnuk hambanya. Ia pun sengaja membuatku patah hati di awal dan jatuh bangun dulu untuk mendapatkannya. Percayakan dengan “Allah tidak memberikan apa yang kita ingin kan melainkan yang kita butuhkan”. Kalian bayangin aku gak bakal bisa belajar jatuh bangun mencari beasiswa sana sini, bisa naik pesawat gratis ke kota2 besar di Indonesia kalau saja aku langsung di luluskan waktu pertama dulu mendaftar BIDIKMISI.

And now. Akhirnya aku juga dapat meski hanya di masa akhir 1 semester terakhir di masa perkuliahanku.

Jadilah aku merasa jadi orang yang paling beruntung bisa mendapat 4 beasiswa selama perkuliahan S1 ku : PPA, Djarum Foundation, Tanoto Foundation (meski mengundurkan diri tapi aku merasa sangat bangga bisa terpilih dari ratusan pelamar lainnya), dan BIDIKMISI tentunya.

I am a scholarship hunter.

Guys, ternyata setelah lulus kuliahpun kisah perjuangan jatuh bangunku yang lebih dahsyat lagi masih berlanjut.

Tunggu kisahku selanjutnya yah. Kisahku jadi scholarship hunter lagi yang sampai pada akhirnya aku bisa mendapat beasiswa S2 LPDP melanjutkan kuliah di jurusan Educational Psychology The University of Melbourne Australia.  
 


Reny Ayuri
"Belum Ada Quotes"

Cerita Lainnya

Tak perlu banyak alasan untuk memulai.

Punya banyak alasan tak membuatmu maju ...

Sebuah Senja dan Sepotong Kue

Pada suatu senja yang lalu, aku menunggumu, rindu. ...

IBU adalah Doa

Jangan sesekali kamu menyakiti, mengecewakan ibu, tapi sayangilah dia karena setiap doany ...

Masuklah! Maka Kamu Akan Mengerti

Apakah kalian setuju bila aku mengatakan masih banyak daerah di negeri ini yang tidak dap ...

Umur 28 belum nikah???

kalau jodoh tak lari kemanaaaaaa... ...

penyesalan

jangan penah menyia-nyiakan waktu yang tersedia untuk keluargamu selagi kamu masih diberi ...

Dia Yang Lebih Dulu

Jomblo Sampai Halal ...

Tentang Kami

Contacts

Alamat : Jl. Wilis kramat no. 64 Nganjuk Jawa Timur
Email   : ordermanten@gmail.com
Phone  : + 6 2 8 1 2 8 4 0 7 3 0 0 6


Follow Us
  testing      
Maps