Diantara Kisah yang Tersisa Ada Cinta yang Setia

Diposting pada 2018/01/26 oleh Nessa Agustina 92 view
Beberapa hari ini semua orang disibukkan dengan persiapan pesta pernikahan sepupuku, yang umurnya lebih muda dari aku setahun. Pada hari yang sangat berbahagia bagi semua kluargaku itu ternyata menjadi hari dimana aku bertemu dengan sosok lelaki yang dulu pernah singgah dihatiku 8 tahun yang lalu. Yah, dia cinta pertamaku. Lelaki yang memiliki tingkat kesabaran yang tidak dimiliki oleh kebanyakan lelaki lain. Sosok lelaki yang cuek tapi sebenarnya penuh perhatian, sosok lelaki yang pendiam namun penuh dengan nasihat-nasihat yang menenangkan hati wanita sepertiku, dan sosok lelaki yang ternyata hatinya masih setia mencintaiku sampai sekarang. Panggilan akrabnya afif. Ketidak sengajaan itu membuat hatiku berdebar tiba-tiba saat ia mengulurkan tangannya dan bertanya tentang kabarku. Dia masih sama, masih tersenyum dengan raut wajah yang manis dan tulus, sungguh mendebarkan hatiku yang lama tak pernah berdebar. Lalu dia duduk dikursi paling belakang bersama teman-temannya yang memang mereka adalah teman dari sepupuku. Delapan tahun lalu, tepatnya saat aku masih duduk di kelas tiga SMP dia mengutarakan isi hatinya kepadaku. Lebih tepatnya aku dan dia adalah cinta pertama. Kita tidak saling banyak berbicara, hanya saja dulu kita masih sering berkomunikasi dengan surat untuk sekedar mencurahkan kerinduan, karna saat itu memang belum ada teknologi secanggih sekarang ini. Sering bebareng pagi-pagi untuk berangkat sekolah dengan bahagia mengayuh sepeda tanpa lelah. Seindah itu tanpa beban. Sampai pada perpisahan yang harus memisahkan kita, karena harus melanjutkan sekolah SMA. Sepucuk surat dengan kata-kata yang sangat menyentuh relung hatiku datang dan dengan berat hati harus ku terima bahwa kita harus berpisah untuk masa depan kita. "Kamu jangan mengira bahwa surat ini aku tulis karena ada seseorang pengganti kamu, tidak, tak akan ada penggantimu di hatiku karna kamu cinta pertama dan terakhirku. Kamu boleh lupain aku dan menganggap bahwa selama ini aku tidak pernah mengasihi cintamu, tp cerita cinta ini akan aku jaga sampai nanti tuaku. Hanya satu pintaku jangan pernah menangis dan selalu tersenyumlah walau dalam keadaan senang ataupun gundah". Begitulah sepenggal sisa surat terakhirnya. Sampai saat aku duduk dibangku kuliah, aku masih sering merindukannya. Jarak semakin memisahkanku dengannya. Hidup dan menempuh pendidikan di Provinsi yang berbeda. Komunikasi saja hampir tidak pernah lagi, sepertinya memang kita sudah dipisahkan jiwa dan hati. Namun aku sering merindukannya, sering ingin bertemu dengannya hanya sekedar untuk melihat wajahnya. Tuhan baru saja mendengar doaku setelah delapan tahun lamanya. Kita dipertemukan di hari yang mungkin tidak pernah terlupakan. Bagaimana bahagianya diriku, ternyata dia mengirim pesan melalui instagram dan berlanjut hingga ia menceritakan bahwa dia masih menjaga cintanya dengan baik. Sama-sama saling merindu dalam ketidakmungkinan yang menjadi kenyataan pada waktu yang tak pernah terpikirkan. Aku percaya bahwa bulan dan bintang akan selalu bersama dalam waktu yang sama. Matahari akan tetap memancarkan cahayanya walau dia selalu sendiri. Siang dan malam akan selalu terpisah dalam waktu yang berbeda. Hujan dan kemarau akan tetap berbeda rasa. Angin dan ombak tidak akan bersatu namun tetap beriringan. Tanah dan langit akan slalu terpisah dengan kemungkinan mereka tidak akan pernah bersama. Namun setiap dari perbedaan dan perpisahan akan memberi kerinduan paling dalam jika ada percaya bahwa dunia akan selalu berbeda. Cinta akan tetap sama, dan setia akan tetap ada dalam dekapan keyakinan bersama perbedaan waktu yang cukup lama. Sama-sama pernah menemukan seseorang yang pernah mengisi hati dalam waktu yang cukup lama. Namun, setelah aku bertemu dengannya lagi, dia yakin bahwa aku memang satu-satunya yang mengisi hatinya. Seperti janjinya disurat yang dia kirim terakhir kali. Dia meyakinkanku bahwa Tuhan hanya menciptakan hatinya untukku begitupun sebaliknya. Kekuatan cinta akan mengalahkan segalanya, mengalahkan ego, meredamkan amarah dan menenangkan hati yang pernah kecewa. Namun, semua keindahan itu berubah menjadi gelap. Pelangi ternyata hanya datang pada saat setelah hujan. Orangtuaku menjodohkanku dengan lelaki yang sama sekali tidak ku cintai. Betapa hancurnya aku, sedangkan dia tetap meyakinkanku bahwa dia akan setia sampai akhir dan jikala memang aku harus menikah dengan pilihan orangtuaku, dia akan mencari separuh agamanya dengan cara lain selain menikah dan meyempurnakan agamanya denganku. Hingga hari yang teramat ku benci terjadi dan aku harus memberikan seluruh hidupku untuk menjadi pelengkap lelaki yang sama sekali tidak pernah ku cintai. Setiap detik terasa berjam-jam. Setiap hari berlalu terasa sangat menyiksa. Aku yakin Afif juga merasakan hal yang sama. Aku sudah tidak pernah lagi mendengar kabar darinya. Entah hijrah kemana dia, aku masih mendoakannya agar dia bahagia. Aku masih menjaga hatiku untuknya meskipun aku harus hidup dengan orang lain. Suatu hari aku mendapat telpon bahwa Afif kembali dengan janjinya. Dia tidak akan pernah menikah dengan wanita lain selain diriku. Dia akan tetap setia seperti janjinya. yah, dia memang lelaki yang berbeda dari kebanyakan lelaki lain. Sabarnya dia, mesranya dia terhadap Tuhannya, dan setianya dia terhadap janjinya. Dia datang membawa duka yang tak dapat ku terima. Namun Tuhan lebih menyayanginya dan memanggilnya lebih dulu dengan tetap berpegang pada kesetiaannya. Seketika aku tak bisa berkata-kata, seakan separuh jiwaku hilang dan hancur. Sampai aku harus merelakannya seperti dia merelakanku dan memilih untuk setia dalam doa. Aku tetap menjalani hidupku dengan hati yang masih hancur karna kehilangannya. Namun aku juga harus melanjutkan hidupku bersama suamiku. Semua surat-suratnya masih ku simpan dalam kotak tua dan masih sering kubaca. Aku percaya bahwa Tuhan punya rahasia indah di akhir cerita. Dan aku mencoba untuk selalu ikhlas bahwa cinta akan tetap ada menjaga kisah yang tersisa. Hujan akan tetap turun membasahi bumi untuk sekedar melepas rindu pada bumi. Bunga akan tetap pada siklusnya, berbunga lalu layu dan akan menumbuhkan bunga-bunga indah yang lain. Kesabaran itu indah, keiklasan itu melegakan. Percaya bahwa angin akan terus mengiringi ombak untuk dapat menyentuh tepian pantai. Dan Burung akan slalu pada formasi yang berbeda dilangit namun tetap indah. Begitulah hatiku yang akan tetap sama menjaga setianya.
Nessa Agustina
"Dunia akan bercerita banyak hal tanpa berbicara, lakukan yang terbaik untuk menjadi lebih baik."

Cerita Lainnya

Tak perlu banyak alasan untuk memulai.

Punya banyak alasan tak membuatmu maju ...

Sebuah Senja dan Sepotong Kue

Pada suatu senja yang lalu, aku menunggumu, rindu. ...

Cincin Kegagalan

"Jika tuhan berkata lain, terima dan percayalah bahwa Tuhan telah siapkan yang lebih baik ...

Dibalik Istana

ini adalah perjalanan seorang anak manusia yang mempunyai mimpi untuk bisa berada di Istan ...

KISAH IBU MELINDUNGI SETENGAH LUSIN ANAKNYA

Beliau mungkin menangis dalam diam tanpa kami semua tahu, ia tidak berhenti dan terus meng ...

traveling hemat kelabuan bajo dengan uang 600ribu!

open your eyes, adventure is calling you. now, or never! ...

JIKA SAYA ADALAH MENTERI PENDIDIKAN

Jangan hanya bermimpi, tapi berjuanglah. Maka mimpimu akan satu langkah lebih cepat menjad ...

Tentang Kami

Contacts

Alamat : Jl. Wilis kramat no. 64 Nganjuk Jawa Timur
Email   : ordermanten@gmail.com
Phone  : + 6 2 8 1 2 8 4 0 7 3 0 0 6


Follow Us
  testing      
Maps