Menantimu di Ujung Senja

Diposting pada 2017/10/12 oleh Dewi Kristina 147 view
Hai kamu, apa kabar? Yang sekarang terpisah jarak yang cukup jauh karena aku yang memutuskan untuk pergi ke kontai rantau di seberang desa kelahiran kita. Jika boleh bilang, kali ini aku rindu. Sampai detik ini rasa itu tetaplah sama. Maaf jika pada akhirnya kau harus kecewa padaku yang tak pandai mengelola perasaan ini hingga harus menjatuhkan hati padamu. Aku tentu lebih memilih menghapus rasa ini pelan-pelan, memang semua itu tidaklah mudah. Tapi aku yakin ini adalah pilihan terbaik jika dibandingkan dengan aku yang harus kehilangan sosok sahabat sepertimu. Aku cukup percaya, percaya akan ketentuanNya bahwasa jodoh akan datang tepat waktu ketika kita siap. Apa jadinya jika kau datang sekarang, ketika kita sama-sama belum siap? Mungkin yang terjadi adalah kita melakukan hal-hal yang sudah jelas di larang olehNya bukan? Dan jika memang benar bahwa jodoh adalah cerminan diri, seperti halnya Sayyidina Ali dan Fatimah Az-zahra maka lebih baik selama menunggu pertemuan denganmu aku senantiasa memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri. Agar tidak lama waktuku bertemu deganmu, duhai calon pasangan halalku. Namun bagaimana jika yang terjadi adalah seperti kisah Siti Asiah, perempuan sholehah yang dipertemukan dengan seorang Fir’aun. Maka kita haruslah bersabar dan percaya bahwa Allah punya rencana yang lebih indah. Semoga kita senantiasa belajar memetik hikmah dari setiap peristiwa. Kau tahu, terkadang diam-diam aku suka membayangkan hidup bersama denganmu, kau yang begitu riang bermain bersama anak-anak. Ketika sore tiba dan kau pulang dengan wajahmu yang letih oleh beban kerja namun bahagia itu selalu tersungging di pipimu ketika anak-anak menyapa dengan senangnya karena mereka tahu kalau pahlawannya telah datang. Kita pergi ke pantai menikmati senja, duduk di pinggir pantai sambil makan ice cream dan mengamati anak-anak yang asyik bermain pasir. Bernostalgia tentang persahabatan kita di waktu dulu. Atau kadang aku tersenyum sendiri kala aku membayangkan kita saling tertawa di meja makan gegara masakanku yang terlalu asam atau keasinan. Ah, sudahlah. Biarkan semua itu berjalan sesuai dengan apa yang telah tertulis dalam skenarioNya. Dan biarkan rasa ini berjalan apa adanya. Aku tidak akan memaksakan diri untuk menghapus perasaan ini terhadapmu, pun aku tak akan berusaha menambah kekaguman ini. Biarkan semua tumbuh sewajarnya. Kamu, tetaplah sahabatku yang mana aku akan selalu berusaha ada ketika kau membutuhkanku. Meski kau sering datang menceritakan perempuan yang sempat singgah di hatimu. Aku akan mengatakan “jagalah dia, perjuangkan dia yang memang seharusnya kau perjuangkan” dengan perasaan yang begitu pedih. Namun aku harus ingat bahwa aku adalah sahabatmu yang akan selalu mendengarkan ceritama dan memberikan saran terbaik untuk sahabatnta, sekalipun itu harus melukai diriku sendiri. Namun aku yakin suatu hari nanti aku akan menyadari satu hal bahwasanya lebih baik berhenti karena berjalan lurus sama dengan mempersiapkan diri untuk patah hati. Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk masing-masing kita, sahabatku. Sampai bertemu dengan cerita yang penuh haru.
Dewi Kristina
"Ada hal yang memang seharusnya dilupakan, bukan untuk dikenang setiap detiknya"

Cerita Lainnya

Tak perlu banyak alasan untuk memulai.

Punya banyak alasan tak membuatmu maju ...

Sebuah Senja dan Sepotong Kue

Pada suatu senja yang lalu, aku menunggumu, rindu. ...

Dibalik Istana

ini adalah perjalanan seorang anak manusia yang mempunyai mimpi untuk bisa berada di Istan ...

KISAH IBU MELINDUNGI SETENGAH LUSIN ANAKNYA

Beliau mungkin menangis dalam diam tanpa kami semua tahu, ia tidak berhenti dan terus meng ...

traveling hemat kelabuan bajo dengan uang 600ribu!

open your eyes, adventure is calling you. now, or never! ...

Kisah Kecil Bocah Dekil

Bab1 (dan semoga memungkinkan untuk ada lanjutannya) ...

JIKA SAYA ADALAH MENTERI PENDIDIKAN

Jangan hanya bermimpi, tapi berjuanglah. Maka mimpimu akan satu langkah lebih cepat menjad ...

Tentang Kami

Contacts

Alamat : Jl. Wilis kramat no. 64 Nganjuk Jawa Timur
Email   : ordermanten@gmail.com
Phone  : + 6 2 8 1 2 8 4 0 7 3 0 0 6


Follow Us
  testing      
Maps