Nilai - Ikatan yang Hilang

Diposting pada 2017/09/18 oleh Affan Noor Dwiko 139 view

PROLOGUE

 

Ini adalah sebuah kisah dari kehidupan seorang anak yang hidup dalam keluarga poligami bertahun-tahun yang lalu. Sang Ayah memiliki dua istri, yang mana hal tersebut membuat keadilan adalah hal yang sulit didapatkan bagi anak dan istrinya baik secara jasmani maupun rohani. Setiap tahun, lebaran menjadi momen yang bisa membahagiakan, bisa juga tidak. Karena sang Ayah harus bergantian ber-lebaran bersama kedua keluarganya, apabila ditahun ini bersama keluarga istri pertama, maka ia akan meninggalkan keluarga istri kedua. Begitu pula sebaliknya, dan hal tersebut terjadi selama 16 tahun!

Memiliki dua keluarga membuat sang Ayah kerepotan mengatur keuangan, karena uang yang ia miliki harus dibagi untuk keluarga istri pertama, istri kedua, orang tuanya, dan adiknya yang saat itu masih berkuliah. Hingga akhirnya kondisi keuangan sang Ayah ambruk, dan datanglah seorang rekan kerja wanita sang Ayah yang ingin membantu mengatasi hal tersebut dengan meminjamkan uang kepada sang Ayah. Hutang budi tersebut ternyata menjadi sebuah takdir baru, Ayah harus menikahi wanita tersebut sehingga jadilah sang Ayah memiliki 3 istri.

Datangnya istri ketiga ternyata membuat sang istri kedua tidak terima karena merasa suaminya telah direbut oleh istri ketiga. Hal inilah yang disyukuri oleh istri pertama, karena akhirnya istri kedua dapat merasakan apa yang dirasakan oleh istri pertama belasan tahun yang lalu, yaitu ketika istri kedua merebut suami istri pertama. Karena hal tersebut, akhirnya sang Ayah mencoba mengumpulkan ketiga istrinya dan mencoba untuk mendamaikan suasana. Namun sayang, malah terjadi jambak-jambakan dan kejar-kejaran antara istri kedua dan ketiga di depan umum! Kejadian hectic seperti ini ternyata tidak hanya terjadi di sinetron, namun juga terjadi di depan mata, pikir sang istri pertama sembari tertawa melihat Suami yang kebingungan.

Keadaan seperti ini membuat istri kedua tak tahan, tidak sampai setahun sang Ayah memiliki istri ketiga, istri kedua akhirnya meminta cerai. Setelah perceraian tersebut, istri kedua pindah kota dengan membawa anaknya, yang membuat sang Ayah sangat sulit untuk bertemu anaknya. Keadaan ekonomi yang tak kunjung membaik juga membuat istri pertama tak tahan, terlebih masih ada istri ketiga yang masih menjadi istri sang suami. Kehadiran Facebook di jaman itu juga membuat istri pertama terlihat bernostalgia dengan teman-teman lamanya yang menawarkan kemewahan hingga akhirnya membuat keistiqamahannya diragukan. Hal inilah yang akhirnya menjadi kisah menyakitkan sang anak, ketika perceraian Ibu (istri pertama) dengan Ayahnya. Karena hal itu, terjadilah perseteruan antara Ayah dengan Pamannya (kakak dari Ibu/sang istri pertama) dan keluarga sang Ibu. Hal-hal buruk terus terjadi setelah itu.

Kekecewaan sang anak kepada Ibunya membuat sang anak tidak ingin sang Ibu menikah lagi. Ia dengan tegas melarang Ibunya untuk dekat dengan pria lain apalagi jika sampai ingin menikah. Larangan tersebut akhirnya menjadi takdir baru bagi sang anak. Setelah perceraian Ayah dan Ibunya, ia berkuliah ke luar kota karena tidak betah berada di rumah Ayahnya dengan sang istri ketiga. Ketika sang anak kuliah di luar kota itulah, sang Ibu didekati pria lain, dan ternyata pria tersebut membantu sedikit biaya kuliah dari sang anak. Saat sang anak libur semester dan pulang ke kampung halamannya, terjadi hal yang tidak akan pernah dilupakan olehnya. Sang anak diundang oleh Neneknya untuk mampir ke rumahnya, yang ternyata disana sudah lengkap seluruh keluarga dari sang Ibu. Sang Ibu meminta izin kepada sang anak untuk menikah lagi. Sang Ibu mendatangkan seluruh keluarganya dengan maksud supaya bisa meyakinkan sang anak agar Ibunya boleh menikah lagi. Apakah sang anak mengizinkan ibunya untuk menikah lagi ?

Jawaban dari sang anak adalah salah satu penyebab kesedihan di hatinya, yang tak pernah dia lupakan rasa sakitnya.

 

Penasaran dengan kelanjutan kisahnya ?

 

Baca terus kelanjutan kisah ini ya, karena disini akan diceritakan bagaimana rasanya lebaran tak bersama kedua orang tua sejak kecil, bagaimana rasanya ketika ulang tahun dan hanya meminta foto keluarga namun tak tercapai, bagaimana rasanya memiliki adik kandung, adik tiri (anak Ayah), adik tiri (bukan anak Ayah), bagaimana rasanya ketika adik kita diperlakukan tidak adil oleh Ibu tiri, bagaimana rasanya melihat seluruh teman-teman kita memposting foto bersama keluarganya ketika lebaran dan kita tak bisa melakukannya, dan lain-lain.

 

Prologue - END


Affan Noor Dwiko
"Belajar dan berusaha berbuat kebaikan meskipun sebesar biji Dzarrah."

Cerita Lainnya

Tak perlu banyak alasan untuk memulai.

Punya banyak alasan tak membuatmu maju ...

Sebuah Senja dan Sepotong Kue

Pada suatu senja yang lalu, aku menunggumu, rindu. ...

Dibalik Istana

ini adalah perjalanan seorang anak manusia yang mempunyai mimpi untuk bisa berada di Istan ...

KISAH IBU MELINDUNGI SETENGAH LUSIN ANAKNYA

Beliau mungkin menangis dalam diam tanpa kami semua tahu, ia tidak berhenti dan terus meng ...

traveling hemat kelabuan bajo dengan uang 600ribu!

open your eyes, adventure is calling you. now, or never! ...

Kisah Kecil Bocah Dekil

Bab1 (dan semoga memungkinkan untuk ada lanjutannya) ...

JIKA SAYA ADALAH MENTERI PENDIDIKAN

Jangan hanya bermimpi, tapi berjuanglah. Maka mimpimu akan satu langkah lebih cepat menjad ...

Tentang Kami

Contacts

Alamat : Jl. Wilis kramat no. 64 Nganjuk Jawa Timur
Email   : ordermanten@gmail.com
Phone  : + 6 2 8 1 2 8 4 0 7 3 0 0 6


Follow Us
  testing      
Maps