Bapak Pahlawanku

Diposting pada 2017/10/03 oleh aulia fauziah 98 view

Sejak Ibu meninggal aku hanya hidup berdua dengan Bapak yang hanya bekerja sebagai Penarik Delman. Ku jalani hidup ini dengan susah payah, dunia ini tidak adil kenapa orang hanya menganggap orang miskin itu tidak bisa berkarya, akan kubuktikan ke semua orang bahwa kita mempunyai jiwa semangat yang besar untuk berkarya.

Awalnya aku hidup bahagia dengan Ibu dan Bapaku, Bapak bekerja di Lombok dan hanya pulang satu minggu sekali, Ibu dan aku hanya hidup di rumah sederhana tidak begitu mewah di Bandung. Aku sangat di manja oleh mereka. Suatu saat Ibu sering pingsan dan kondisi Ibu sering drop lalu aku membawa Ibu ke dokter dan tetanyata Ibu divonis mempunyai penyakit yaitu kanker otak stadium tiga. Aku sangat kaget disitu aku langsung memberita tahu Bapak lewat telpon dan Bapak dari Lombok langsung ke Bandung walaupun perlu beberapa jam untuk datang dan Bapak masih banyak kerjaan disana. Tapi nyawa Ibu lebih berarti dari pada pekerjaan dan Bapak memutuskan untuk berhenti bekerja dan mendampingi Ibu berobat sampai akhirnya uang Bapak pun menipis dan Ibu sudah menginjak stadium empat dan kami hanya bisa berdo'a, dan pasrah sampai akhir Ibu pun meninggal.

Bapak sudah keluar dari tempat kerja dan uang kami sangat menipis dan pada akhirnya Bapak membeli satu ekor kuda dan gerobaknya.

Perkenalkan namaku Ferdinan Abian, aku SMA kelas 3, Bapaku setiap hari menarik delman dan aku pagi berangkat sekolah dan sudah pulang sekolah langsung ke pasar bekerja mencuci piring dan berjualan di warung nasi, aku harus bekerja karena uang Bapak hanya bisa membayar uang sekolah aku saja, aku sering bekerja di pasar bantu bantu berjualan warung nasi. Untung saja pemilik warung nasi itu sangat baik namanya Mbo Nani, pertama aku bisa kerja di warung nasi nya, waktu hujan turun perutku kelaparan dan aku melihat ada warung nasi, akupun langsung menghampiri warung nasi itu, aku ingin makan tapi uang ku tidak ada akhirnya aku mempunyai niat untuk berbicara ke Mbo-Mbo yang di dalam karena waktu itu aku tidak tahu namanya, kata aku "Mbo apakah aku bisa bantu-bantu Mbo berjualan di sini" Mbo Nani menjawab "Dengan senang hati kamu bisa bekerja disini" si Mbo langsung menerimanya karena Mbo bekerja sendiri tanpa ada orang yang membantunya dan warung nasi itu setiap hari penuh, apalagi pasakan Mbo Nani yang enak, murah dan banyak lagi, Si Mbo dulunya bekerja berdua di warung nasi itu dengan  anaknya lalu anaknya meninggal karena kecelakaan motor.

Awalnya aku ingin berhenti bersekolah karena itu adalah beban buat aku dan Bapak karena kami tidak bisa membayar uang bulanan. Tapi suatu hari aku membaca koran di Pasar di sana tertulis cerita menarik yang bisa menginspirasi aku dan dari situ aku berjuang dan berjualan lalu mencuci piring di warung Mbo Nani dengan bersemangat tanpa rasa lelah.

Sampai akhirnya aku lulus dari SMA dan melanjutkan ke Universitas karena aku ingin membahagiakan Bapak karena kebahagiaan Bapak adalah kebahagiaan aku juga. Aku mengambil jurusan Farmasi.

Entah sejak kapan aku menyukainya ya dia adalah Feby Febyanty, saat aku pertama melihatnya dia seperti Bidadari dari langit yang hanya di ciptakan untuku. di adalah anak dari seorang pengusaha terkenal, aku suka sama dia bagai langit dan bumi, dan aku bingung entah sejak kapan rasa suka aku ke Feby sangat kuat, cinta ini tiba tiba muncul, mulutku berkata tidak sedangkan hati berkata ya, aku bingung kenapa rasa ini datang tiba tiba kenapa aku bisa suka padanya,  benar kata orang memang cinta itu datang tiba tiba, awalnya aku tak percaya tapi sekarang semua itu ada pada diriku. Saat aku menatap mu rasa cinta ini mulai berbinar. Jatuh cinta padamu adalah kejadian yang tidak direncanakan. Tapi aku tidak bisa mengungkapkan kata cinta padamu karna sudah banyak orang yang suka padamu, aku cukup menjadi pengagummu dari jauh. Aku takut jatuh terlalu dalam untuk mencintaimu aku takut suatu saat nanti kamu menolak cintaku karena aku hanya anak dari seorang penarik delman. Aku tahu dan aku sadar aku anak seorang Penarik Delman, dan kamu anak seorang pengusaha terkenal, aku sadar diri. Tapi akan ku buktikan pada mereka bahwa aku anak seorang Penarik Delman yang bisa membawa nama baik Bapak karena aku mempunyai semangat yang tinggi untuk membawa derajat dan martabat orang tua, dan pasti Ibu akan senang di sana bila aku bisa membahagiakan Bapak.

Aku suka pada Feby Febyanty entah sejak kapan, tapi aku tidak berani menunjukan suka padanya, aku mempunyai teman dekat sekelas sama Feby namanya Dendi dan aku sangat terbuka sama dia, dan dia bilang lebih baik sekarang kamu kejar Feby sebelum ada orang yang memilikinya, karena kamu akan menyesal nantinya dan penyesalan akan datang terakhir. Dan terus aku cerna apa yang di katakan Dendi. Aku putuskan setelah aku sukses akan ku kejar dia. Karena aku tidak ingin melihat Feby orang yang aku sayang menderita, misalnya orang malam mingguan keluar dan aku harus bekerja di warung Mbo Nani dan penghasilanku hanya seberapa tidak cukup untuk mengajak jalan-jalan dengan orang yang aku sayang.

Dan aku tidak ingin bergantung ke Bapak apa-apa minta ke Bapak aku harus menjadi anak yang mandiri, karena usia Bapak tambah sini tambah tua jadi aku putuskan aku ingin membahagiakan Bapak karena orang yang ada di duna ini yang ada bersama aku dari aku kecil sampai saat ini menghadapi rintangan yang Allah berikan hanya Bapak dan Ibu seorang, tapi sekarang Ibu sudah tidak ada. Maka dari itu aku harus membahagiakan Bapak karena kebahagiaan Bapak.

Saat aku sudah lulus aku sudah tidak bekerja di warung Mbo Nani tapi aku sering datang ke warungnya hanya untuk bersilaturahmi dan bantu-bantu karena Mbo Nani orang yang sangat baik yang pernah aku kenal dan aku sangat beruntung  bisa mengenalnya. Sekarang aku bekerja di apotek untuk meracik obat, Bapak tidak menarik delman karena sekarang kondisi keuangan kami sudah stabil, kegiatan Bapak sekarang tiap hari pergi ke pengajian.

Saat aku sedang bekerja aku melihat Feby, dan aku bertanya ke dalam hati kenapa Feby ada disini? dan aku mencari tahu dan bertanya kepada Dendi karena sekarang aku dan Dendi satu pekerjaan dan Dendi bilang bahawa Feby bekerja disini aku sangat senang karena Feby orang yang aku cintai bisa satu pekerjaan denganku. Saat sedang bekerja aku sering melirik, dan melihat Feby. Dan aku masih tidak berani menunjukan rasa cinta aku padanya, tapi Dendi terus bilang katanya "cepat kejar Feby, pacarin dia sebelum dia ada yang punya, dan kelihatannya dia suka padamu", lama kelamaan karena Dendi sering bilang begitu aku mulai mendekatinya pertama aku minta no whatsapp nya dan dia ngasih no wa nya, aku sangat senang, dari sana aku sering chat dan Dendi sering beri kode bahwa aku suka ke Feby, dan sampai akhirnya kami pacaran. 


aulia fauziah
"Hidup tanpa orang yang kita sayang itu berasa gahidup tapi hidup."

Cerita Lainnya

CERITA PENDIDIKAN di TAPAL BATAS LAUT INDONESIA-AUSTRALIA

Satu tahun mengabdi telah terlewati, namun meja kami tak kunjung terganti ...

Ini Tentang Rara

Manusia sempurna dengan ketidak sempurnaan-nya. ...

Pernah Jagain Jodoh Orang, Disabarin ajah !

Selamat membaca teruntuk kamu yang disana. Yang selalu menanti seseorang yang sama. Walau ...

Bahagia & sukses di usia muda (real story)

Disetiap kesedihan , Allah selalu punya rencana terindah ...

Berani Tampil Beda (BTB) itu keceee...

Berani Tampil Beda akan membuatmu berada di golongan orang spesial- Novianta Y ...

Dibalik Istana

ini adalah perjalanan seorang anak manusia yang mempunyai mimpi untuk bisa berada di Istan ...

Cincin Kegagalan

"Jika tuhan berkata lain, terima dan percayalah bahwa Tuhan telah siapkan yang lebih baik ...