Cinta, sabar dan ikhlas

Diposting pada 2017/09/30 oleh Nurul Islah 394 view
Semenjak duduk dikelas 4 SD, aku sudah dikenali dengan dunia pesantren. Meski tidak begitu intens, karna saat itu sambil sekolah.
Dimana kalo ngaji pake celana jeans. (Maklum IV SD) 

Suatu ketika, pun guru sedang tdk berada dirumah. Dan dengan bebas bisa maen depan kobongan santriawan.
Dan saat itu pula tibatiba bisa becanda dengan seseorang / Salah satu santriawan ponpes tsb ( Sebut kanan )
Karna kamu teh agel ( iseng ) dan aku bocah ya nyambung bagai adik kakak hehe
Karna kita beda hampir 11tahunan.


8 Tahun berlalu, sampe akhirnya kita bertemu via sosmed. 

dan mungkin ini juga yang dibilang The power of sosial media, mendekatkan yang jauh - dan menjauhkan yg dekat.
Karna kamu saat itu berada dinegeri sebrang (Saudi) 

Kebayang dong, bedanya gimana? Dulu kelas IV SD sekarang XII SMK.

Pada akhirnya saling bertukar kabar sampe tukar nomor contact.

Chat berlanjut, dari nostalgia sampe pembahasan yang lain.
Sampe akhirnya saling nyaman, kasih perhatian dan kaya orang pacaran. Meski LDR huhu

Kamu jadi orang pertama diulangtahun yang ke 18
Kamu adalah orang yang paling special saat itu, seseorang yang dewasa, tidak pernah marah, dan aku rasa menyenangkan. 
Dan kamu orng yg bisa ambil hatinya mamah, karna yang mamah liat adalah agamanya.

Detik demi detik, hari demi hari berlalu dimana kita saling ngungkapin perasaan satu sama lain.

The first time kamu bilang " Pengen pacaran tapi buat serius " 
Karna mungkin siapa sih yg mau main-main

Speachlest rasanya, bingung mau jawab apa. Sampe akhirnya aku minta waktu buat bisa kasih jawaban sama kamu.

Karna saat itu mendekati kelulusan sekolah. 
Yang ada dipikiran pun gimana caranya bisa bahagiain orangtua dulu, yang udah nyekolahin tinggi sampe saat ini. 
Karna setiap orangtua pastilah pgn liat anaknya berhasil. 
Intinya karna punya citacita.


Makanya kenapa belum kepikiran dan belum siap kejenjang yang lebih serius. 

Karna rasanya umur 18tahun masanya labil, masih pengen berpetualang dan mencoba sesuatu hal yang baru.

Dan pada akhirnya second time kamu tanya itu lagi.
Dan saat itu pula aku jawab, lebih baik jadi kaka-adik yang ngga bakal putus sampe kapanpun. 
Padahal, keluarga sudah srek dan setuju.

Dan seiring berjalannya waktu, dari yang  tadinya ' sedekat nadi menjadi sejauh matahari '.



2 Tahun berlalu tanpa kamu, dan kamu pun sudah menemukan tambatan hati yang selama ini kamu cari.
Kamu bahagiaa dgn dunia baru mu, aku pun bahagia dengan kesendirianku dan hobby baru ku travelling. 
Karena mungkin ini saatnya menikmati dan memanjakan diri sendiri. 


Karena aku berpikir, yaa memang pada dasarnya kita tidak berjodoh.
Campur aduk rasanya, saat tau kamu akan menikah. 

Tapi dari saat itu aku belajar apa itu ikhlas dan apa itu sabar.
Dan saat itu pula aku belajar buat selalu berdoa semoga kamu selalu bahagia.

Saat rindu tiba, sosial media lah obatnya.

Untungnya segudang kesibukan dibangku kuliahku pun  sedikit bisa membuat ku lupa. 

Setelah itu, aku mencoba kembali menata hati.

Hingga bisa bertemu dengan seseorang yang aku kira bakalan menjadi yang terakhir, tapi ternyata tak sesuai ekspektasi.

Dan pada akhirnya mengingat mu menjadi kebiasaan ku lagi. 
Tapi aku hanya bisa berdoa, 

Memang hati dan pikiran tidak pernah sejalan, logika berkata bodoh tapi hati berbicara " Aku rela menjadi yang kedua asal sama kamu "

Hingga suatu ketika, rindu ku memuncak sampai tak mampu ku bendung.
Dan memberanikan diri utk sekedar tau kabar kamu saat itu, ah sudahlaah
Mungkin penyeselan saat itu baru terasa saat ini 

Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan,
Tidak lama kemudian, tersiar kabar.
Ada perasaan antara Yes or No. Masa sih? kok bisa? Padahal baru beberapa bulan lalu. 

Memang tdk ada yg tidak mungkin. Tp yaa mungkin bukan keinginan keduanya juga akan demikian. 

Karna sekuat apapun menjaga, Takdir dan jodoh lah yang paling kuat. 

Sampai akhirnya aku mencoba hal yang dilakukan Khadijah kepada Rasulullah.
Tapi, sepertinya aku harus seperti Fatimah yang setia menunggu cintanya Ali dalam diam.

Aku tau kamu butuh waktu.
Gapapa aku dibilang bodoh, asal aku ngga kehilangan kesempatan buat kedua kalinya.

Dan akhir-akhir ini kamu selalu terlintas dihati dan pikiran kosong ku. Kenapa kamu? Dan mengapa harus kamu? 

Hingga saat ini kamu masih menjadi sosok yang menghantui pikiran ku.
Bahkan aku pikirkan.

Bodohnya, 
Padahal aku tau bahwa yang kamu tuju bukan aku. 
aku sadar dirii
Karna aku tau, siapa diriku.

Mungkin dari sini aku belajar arti ikhlas yang sesungguhnya.
Ketika aku pikir kamu terbaik, mungkin bukan menurut-Nya

Dan aku tdk mengharapkan mu lagi, 
Mulai saat ini,
Aku ikhlas, aku berserah pada Allah. 
Karna lebih baik aku terus berintropeksi diri


Lagian ibarat selembar kertas yang sudah remuk tidak akan kembali mulus seperti semula.
Begitupun kamu, yang tidak akan menjadi seseorang yg dulu ketika kenal (jadi percuma) 

In Shaa Allah aku ikhlas se-ikhlasnya.
dan aku percaya akan Doa, sesakit merinduu aku selalu berdoa akan kebahagiaanmuu.


Dan alasan kenapa kamu aku sebut  "kanan" karna saat itu ada lagu tulus yang judulnya 'Sepatu'
Kamu aku sebut kanan, dan kamu sebut aku kiri. 
Dimana bisa bersama tapi tak bisa bersatu
kaya kita gituu, eh kita? aku deng maksudnyaa, yg mau tp kamunya udah gamauu U,u

dan kalo kata lagu raisa sih " Biarkanlah"
Yang liriknya :

Benar atau salah, 
kini tiada berarti.. Biarkanlaah..
Sekuat tenagaa, ku harus melepasnyaa...
Tiada pemenang kau dan aku hanya bisa bertahan.
Sekuat tenagaa, ku harus melepasnyaa

*sambilnyanyi*

Nurul Islah
"Tinggalkan cinta demi cita-cita dan raihlah cita-cita demi cinta"

Cerita Lainnya

Tak perlu banyak alasan untuk memulai.

Punya banyak alasan tak membuatmu maju ...

Sebuah Senja dan Sepotong Kue

Pada suatu senja yang lalu, aku menunggumu, rindu. ...

IBU adalah Doa

Jangan sesekali kamu menyakiti, mengecewakan ibu, tapi sayangilah dia karena setiap doany ...

Masuklah! Maka Kamu Akan Mengerti

Apakah kalian setuju bila aku mengatakan masih banyak daerah di negeri ini yang tidak dap ...

Umur 28 belum nikah???

kalau jodoh tak lari kemanaaaaaa... ...

penyesalan

jangan penah menyia-nyiakan waktu yang tersedia untuk keluargamu selagi kamu masih diberi ...

Dia Yang Lebih Dulu

Jomblo Sampai Halal ...

Tentang Kami

Contacts

Alamat : Jl. Wilis kramat no. 64 Nganjuk Jawa Timur
Email   : ordermanten@gmail.com
Phone  : + 6 2 8 1 2 8 4 0 7 3 0 0 6


Follow Us
  testing      
Maps